Kandungan Surat An Nisa Ayat 59 – Tentang Ketaatan Pada Allah, Rasul dan Pemimpin

Kandungan Surat An Nisa Ayat 59 ngebahas soal pentingnya nurut dan dasar hukum di Islam, Bro. Nah, Surat An Nisa ini masuk golongan surat Madaniyah karena turun setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Jadi, ayat 59 dalam Surat An Nisa ini ngingetin kita buat tunduk sama Allah, Rasul, dan juga para pemimpin di masyarakat, ya. Jadi, pemimpin-pemimpin ini sebenernya adalah pewaris perjuangan para rasul yang diutus sama Allah, dan mereka jadi khalifah di dunia kita nih.

Ayat 59 dalam Surat An Nisa ini sering banget dipake buat jadi landasan hukum dalam ilmu jinayah dan siyasah ilmu hukum Islam

Kandungan Surat An Nisa Ayat 59

Kandungan Surat An Nisa Ayat 59

Nah, intinya dari Surat An Nisa ayat 59 ini adalah:

  1. Semua umat Muslim harus nurut dan patuh sama Allah SWT, Rasul, dan pemimpin mereka.
  2. Patuh sama pemimpin bener-bener harus, kecuali kalau pemimpinnya ngelanggar perintah Allah SWT.
  3. Kalau ada masalah atau konflik, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang mengacu pada ajaran Allah dan Rasul-Nya.
  4. Masyarakat harus dukung pemerintahan Islam dan pemimpin yang adil.

Ini sebenernya muncul gara-gara situasi tertentu waktu turunnya ayat ini, Bro.

Nah, dalam tafsirnya, Ibnu Katsir cerita tentang Ibnu Abbas yang bilang kalau asbabun nuzul (alasan turunnya) Surat An Nisa ayat 59 ini ada hubungannya sama Abdullah bin Hudzafah bin Qais. Jadi, ceritanya begini:

Abdullah dikirim sama Rasulullah SAW buat jadi komandan suatu pasukan khusus. Nah, dia suruh pasukannya kumpulin kayu bakar terus bakar itu kayu. Begitu udah terbakar, dia perintah pasukannya buat masuk ke dalam api itu. Tapi ada satu orang pasukannya yang jawab,“ Sesungguhnya jalan keluar dari api ini hanya Rasulullah. Jangan tergesa-gesa sebelum menemui Rasulullah. Jika Rasulullah memerintahkan kalian untuk masuk api itu, maka masukilah.”

Setelah itu, mereka langsung cerita ke Rasulullah tentang kejadian tadi. Rasulullah melarang mereka masuk ke dalam api dan bilang kalo ketaatan itu harus selalu dalam hal yang baik.

Ibnu Hajar Al Asqalani juga menjelaskan bahwa Surat An Nisa ayat 59 turun terkait dengan peristiwa ini. Dia menjelaskan bahwa kalo ada perbedaan atau masalah, solusinya adalah mengacu pada Al Quran dan Hadis.

Baca Juga: Kandungan Surat al Maidah Ayat 48

Asbabun Nuzul Surat An Nisa 59

Nih, ceritanya tentang Asbabun Nuzul Surat An Nisa Ayat 59 yang lebih santai:

Jadi, menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, Ibnu Abbas ngomong kalo asbabun nuzul (alasan turunnya) Surat An Nisa ayat 59 ini ada hubungannya sama Abdullah bin Hudzafah bin Qais. Waktu itu, Abdullah dikirim oleh Rasulullah SAW buat jadi komandan pasukan spesial.

Nah, si Abdullah ini suruh pasukannya kumpulin kayu bakar trus bakar tuh kayu. Setelah api nyala, dia suruh mereka masuk ke dalam api itu. Tapi ada satu orang pasukan yang jawab, “ Sesungguhnya jalan keluar dari api ini hanya Rasulullah. Jangan tergesa-gesa sebelum menemui Rasulullah. Jika Rasulullah memerintahkan kalian untuk masuk api itu, maka masukilah.”

Terus mereka cerita ini ke Rasulullah. Rasulullah larang mereka masuk ke dalam api itu dan dengan tegas bilang kalo nurutnya cuma dalam hal yang baik aja.

Ibnu Hajar Al Asqalani juga nambahin kalo Surat An Nisa ayat 59 turun gara-gara kejadian ini. Dia jelasin kalo kalo ada perbedaan pendapat atau masalah, solusinya adalah balik ke Al Quran dan Hadis sebagai panduan utama buat ngatasi masalah.

Tafsir Surat An Nisa Ayat 59

Ini nih tafsir santai buat Surat An Nisa Ayat 59 menurut beberapa tafsir terkenal, kayak Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, sama Tafsir Munir.

“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulullah.”

Jadi, bagi orang-orang yang punya iman di hati, mereka disuruh banget buat nurut sama Allah dan Nabi Muhammad Saw. Nurut ini nggak bisa dipertanyakan, Bro. Orang yang nurut sama Nabi Muhammad pada dasarnya juga nurut sama Allah, karena nggak ada perintah dari Nabi Muhammad yang bertentangan sama perintah Allah.

Ibnu Katsir ngejelasin kalo nurut sama Allah artinya kita ikuti ajaran Al Quran. Terus, nurut sama Nabi Muhammad artinya kita praktikin sunnah-sunnahnya. Nah, menurut Sayyid Qutub dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, nurut sama Allah itu wajib banget. Salah satu hak prerogratif Allah adalah bikin syariat. Jadi, orang yang beriman harus nurut sama Allah dan juga Nurut sama Nabi Muhammad.

Taat Kepada Pemimpin

Nih, tafsir tentang Surat An Nisa Ayat 59, yang kedua ini tentang nurut sama pemimpin.

Jadi, pesan dari Allah ini gak nyuruh kita nurut dengan kata “ahtii’uu” kayak pas nurut sama Allah dan Rasulullah. Artinya, kita nurut sama pemimpin asalkan perintahnya nggak bertentangan sama perintah Allah dan Rasulullah.

Menurut beberapa tokoh seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Atha’, Hasan Al Basri, sama Abdul Aliyah, ulil amri itu bisa jadi ulama. Tapi menurut Ibnu Katsir, ulil amri itu bisa merujuk ke pemimpin atau ulama. Sedangkan menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Munir, ulil amri itu bisa merujuk ke pemimpin dan juga ulama.

Intinya, nurut sama ulil amri harus tetep dalam batasan nurut sama Allah dan Nabi Saw. Gak boleh nurut kalo perintahnya bikin dosa atau bikin kemungkaran.

“ Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam masalah kebaikan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kembali Pada Quran & Hadis

Nah, yang selanjutnya dalam Surat An Nisa Ayat 59 ini, kita diajak buat ngejadikan Al Quran dan Hadis sebagai sumber hukum. Jadi, kalo ada perbedaan pendapat, lebih baik kita balikin ke dua-duanya.

“ Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentan sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (hadisnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian.”

Menurut orang seperti Mujahid dan ulama tafsir lainnya, intinya kita harus balikin urusan ini ke Kitabullah (Al Quran) dan sunnah Rasulullah (Hadis).

Ibnu Katsir juga ngejelasin kalo ini emang perintah dari Allah. Kalo ada perbedaan pendapat di antara kita tentang urusan agama, ya sebaiknya dipegangin sama penilaian Kitabullah dan sunnah Rasulullah.

Kitab Al Quran dan Hadis, itu dua harta pusaka yang ditinggalkan oleh Rasulullah buat jadi sumber hukum dan panduan hidup buat umat Islam, Bro.

Berinfaq.com

Recent posts
Mengenal Tujuan Wakaf dalam Syariat Islam

Dalam perjalanan mencari pemahaman yang lebih mendalam mengenai wakaf dalam Islam, mari kita menjelajahi perintah dan tujuan wakaf berdasarkan syariat Islam. Wakaf adalah tindakan ibadah yang memiliki peran sentral dalam mengembangkan semangat keagamaan dan sosial dalam masyarakat. Artikel ini akan membahas perintah dan tujuan wakaf dalam Islam secara mendalam, memberikan gambaran yang komprehensif tentang betapa…

Baca Selengkapnya
Isi Kandungan Quran Surat Az-Zariyat Ayat 56: Ibadah adalah Tujuan Hidup

Isi kandungan quran surat az-zariyat ayat 56 – Surat Az Zariyat ayat 56 dalam Al-Quran memberikan banyak pengajaran penting bagi umat manusia. Salah satunya adalah tugas dan kewajiban kita untuk mengabdi hanya kepada Allah SWT. Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat Az-Zariyat Ayat 56 & Terjemahan Bahasa Indonesia وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ wamaa khalaqtu ljinna wal-insa…

Baca Selengkapnya